Kisah Fatimah Az Zahra, Syukuri Sweet Seventeen dengan Donor Darah

Teladani Sang Bunda, Fatimah Az Zahra Mulai Donor Darah di Usia 17 Tahun

pmitangerangselatankota.or.id – Suasana Balai Warga RW 07 Nusa Loka pada Sabtu, 11 April 2026 terasa berbeda. Bukan sekadar kegiatan rutin donor darah, hari itu menjadi momen lahirnya sebuah langkah kecil yang penuh makna—langkah pertama seorang remaja bernama Siti Fatimah Az Zahra, atau yang akrab disapa Imah.

Di usianya yang baru menginjak 17 tahun, Imah akhirnya duduk di kursi donor untuk pertama kalinya. Bagi sebagian orang, ini mungkin hal biasa. Namun bagi Imah, ini adalah perjalanan panjang yang sudah ia mulai sejak kecil.

Imah merupakan putri dari pengurus PMI Kecamatan Serpong, Vina. Dia tumbuh di lingkungan yang lekat dengan kegiatan kemanusiaan. Sejak kecil, ia kerap ikut mendampingi sang bunda dalam berbagai kegiatan donor darah. Dari sekadar melihat, membantu, hingga memahami arti di balik setiap tetes darah yang didonorkan.

Pengalaman itulah yang perlahan membentuk cara pandangnya.

“Alasan saya berdonor darah adalah karena dua hal. Yang pertama untuk kebaikan orang lain yang membutuhkan transfusi darah, dan yang kedua untuk kebaikan diri saya sendiri, karena tubuh bisa memproduksi darah baru yang lebih sehat,” katanya penuh antusias.

“Dari kecil saya sudah ikut kegiatan donor darah, dan sejak remaja ikutan bantu-bantu. Jadi pas umur 17 tahun, saya ingin jadi bagian dari orang yang bisa membawa kebaikan seperti bunda saya,” ungkapnya meneladani sang bunda.

Langkah pertama Imah hari itu bukan hanya tentang mendonorkan darah, tetapi tentang melanjutkan nilai yang sudah ditanamkan sejak kecil—bahwa membantu sesama bisa dimulai dari hal sederhana.

Di sisi lain, kegiatan donor darah yang diselenggarakan warga Nusa Loka RW 07 ini kembali menunjukkan konsistensinya sebagai gerakan kemanusiaan yang hidup di tengah masyarakat. Antusiasme warga terlihat dari partisipasi aktif yang menghasilkan 57 kantong darah untuk membantu sesama.

Vina selaku panitia menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rutinitas yang juga dilaksanakan di beberapa titik lain di wilayah Nusa Loka, seperti Kantor Notaris Desra, Cluster Castilla, dan Puskesmas Rawa Mekar Jaya.

“Kami ingin kegiatan ini menjadi ruang bagi siapa saja untuk berbagi tanpa melihat latar belakang. Lebih dari itu, saya berharap semakin banyak generasi muda yang ikut terlibat dan menjadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat. Melihat anak-anak muda seperti Imah ikut tergerak, itu adalah kebahagiaan tersendiri,” ujarnya.

Kisah Imah hari ini menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan tidak muncul begitu saja—ia tumbuh, diwariskan, dan pada waktunya akan menemukan jalannya sendiri.

Dari satu kursi donor di Balai Warga RW 07, kita belajar bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari satu keputusan kecil. Seperti Imah, yang memilih untuk melangkah, bukan hanya untuk hari ini—tetapi untuk menjadi bagian dari kebaikan yang terus hidup ke depan.

Karena pada akhirnya, setetes darah bukan hanya menyelamatkan nyawa… tetapi juga menyalakan harapan. (Humas PMI Kota Tangsel)

Bagikan:
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PMI Kota Tangerang Selatan
Kami Siap Melayani Anda
1